ABOUT ME

header ads

Self-Reminder di Era Sosmed: Amal Jangan Cuma di Story

📱 Zaman Sosmed: Semua Hal Bisa Jadi Konten

Zaman sekarang, semua momen bisa diabadikan dan diunggah. Mulai dari ngopi, olahraga, sampai ibadah. Pagi-pagi baca Qur’an, cekrek — upload. Lagi sedekah di jalan, rekam — story-in. Hadir di kajian, selfie — caption-nya bijak banget.

Salah? Nggak juga.

Sosial media itu netral. Tergantung cara kita gunainnya. Tapi masalah muncul saat niatnya mulai bergeser. Saat ibadah jadi ajang pamer. Saat dakwah berubah jadi branding.

“Niat itu rahasia antara kamu dan Allah. Tapi sosial media kadang bikin rahasia itu bocor.”


💔 Amal Tanpa Ikhlas = Kosong

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya…"
(HR. Bukhari & Muslim)

Pernah gak sih kita upload hal-hal baik, tapi dalam hati tuh senang banget kalau banyak yang lihat? Banyak yang kasih love? Banyak yang bilang, “MasyaAllah, kamu keren banget!”

Pelan-pelan, niat yang tadinya murni bisa rusak. Amal yang seharusnya jadi tabungan akhirat malah cuma jadi konten semu yang berakhir di layar, bukan di langit.


⚖️ Beda Antara Menunjukkan dan Pamer

Ada kalanya kita posting aktivitas ibadah sebagai motivasi untuk orang lain. Misalnya:

  • Share poster kajian biar teman kita tertarik ikut

  • Upload sedekah bareng komunitas biar yang lain tergerak juga bantu

  • Cerita tentang perjuangan hijrah biar jadi inspirasi

Itu boleh, selama niatnya lillah — karena Allah. Tapi kalau ternyata postingannya lebih sering buat validasi diri, buat kelihatan shalih/shalihah, atau biar dilihat 'berkelas' secara agama, maka itu bahaya.

“Riya itu seperti syirik kecil.”
(HR. Ahmad)

Riya itu tipis banget. Seringkali kita gak sadar, sampai-sampai hati kita merasa kecewa ketika story kebaikan kita gak ada yang nonton. Saat itulah kita harus waspada: jangan-jangan kita lebih ingin dilihat manusia, daripada dilihat Allah.


🙏 Amal yang Disimpan, Lebih Aman

Bayangin kamu punya rekening rahasia. Isinya amal-amal kecil yang kamu lakuin tapi gak ada yang tahu:

  • Tahajud yang cuma kamu dan Allah yang tahu

  • Sedekah diam-diam di masjid kecil

  • Doa untuk sahabatmu yang bahkan dia gak tahu

Itu semua bisa jadi amal paling murni dalam hidupmu. Karena gak ada unsur pamer. Gak ada “story”, gak ada “likes”. Cuma kamu, dan Rabb-mu.


💡 Sosmed Sebagai Ladang Dakwah? Bisa Banget!

Bukan berarti kita harus off dari semua media sosial. Justru di era sekarang, sosmed bisa jadi ladang pahala kalau dipakai dengan benar:

  • Bikin konten islami yang bermanfaat

  • Share ilmu dan reminder singkat

  • Bantu promosi acara kajian, donasi, gerakan sosial

  • Nulis pengalaman hijrah yang jujur dan inspiratif

Tapi pastikan: jangan sampai kita sibuk ngajak orang lain, tapi lupa diri sendiri belum ngelakuin.

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?”
(QS. As-Saff: 2-3)


🌸 Amal Terbaik: Yang Kamu Lakukan Diam-Diam

Seseorang bertanya ke seorang alim:

“Mana yang lebih baik, amal yang terlihat atau yang tersembunyi?”
Dia menjawab:
“Amal terbaik adalah yang hanya kamu dan Allah yang tahu, tapi tetap kamu kerjakan meskipun gak ada yang memuji.”

Kadang, justru amal yang paling kecil — yang gak diposting, gak dibicarakan, gak diketahui siapa-siapa — itulah yang paling berat di timbangan akhirat.


✍️ Penutup: Jaga Niat, Jaga Amal

Sosial media bukan musuh. Tapi juga bukan tempat untuk mengejar pujian manusia. Amal itu suci. Jangan dikotori dengan riya yang halus.

Sebelum klik tombol “post”, tanya dulu ke hati:

“Kalau gak ada yang lihat, masih mau aku lakukan gak?”

Kalau jawabannya iya — insyaAllah kamu sedang beramal karena Allah.
Tapi kalau enggak… mungkin kita harus mengatur ulang niat.

Karena amal yang dicatat di langit, bukan yang viral.
Tapi yang ikhlas.



Post a Comment

0 Comments