ABOUT ME

header ads

Hijrah dan Circle Pertemanan: Siapa Temanmu, Itu Siapa Kamu

Di masa muda, pertemanan adalah salah satu hal paling berpengaruh dalam hidup kita. Entah sadar atau enggak, circle kita membentuk cara pikir, gaya hidup, bahkan iman kita.

Mau hijrah, tapi teman-temannya masih doyan ghibah?
Mau jaga diri, tapi circle-nya suka ngajak nongkrong di tempat maksiat?
Mau taat, tapi takut dibilang sok alim?

Di sinilah tantangan hijrah itu nyata: kamu gak cuma sedang melawan nafsumu, tapi juga sedang memilih ulang siapa yang boleh ada dalam perjalananmu.


🌱 Teman: Jalan Menuju Surga atau Sebaliknya?

Rasulullah SAW bersabda:

"Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dijadikan teman dekat."
(HR. Abu Dawud)

Teman itu seperti cermin. Kita gak sadar, tapi kita sering banget meniru cara ngomong mereka, gaya hidup mereka, bahkan nilai-nilai mereka. Dan parahnya, kalau temanmu jauh dari Allah, tanpa sadar kamu akan ditarik ke arah yang sama.


🛑 Hijrah Butuh Filter: Mana Teman, Mana Toxic

Ketika seseorang mulai hijrah, seringkali dia mulai merasa gak cocok dengan lingkungan lamanya. Bukan karena merasa suci, tapi karena hatinya mulai risih dengan hal-hal yang dulunya dianggap biasa. Dulu, mungkin ngobrolin aib orang itu seru. Sekarang, terasa berat. Dulu nongkrong sampai lupa waktu itu nikmat. Sekarang, terasa kosong.

Itu tandanya Allah sedang membukakan pintu hidayah.

Dan di momen itu, kamu harus belajar memfilter pertemanan:

  • Teman yang menarikmu ke arah Allah: pertahankan.

  • Teman yang bikin kamu makin jauh dari Allah: pelan-pelan jaga jarak.

Hijrah bukan berarti jadi antisosial. Tapi hijrah artinya kamu sadar, bahwa imanmu mahal, dan kamu gak mau rusak iman itu hanya demi validasi circle.


💡 Teman Hijrah Itu Bukan Harus Sempurna

Kadang kita cari teman yang udah ‘jadi’ – yang hafal Qur’an, rajin ngaji, pakai gamis atau celana cingkrang. Tapi ingat, kita semua sedang berproses. Teman hijrah itu bukan yang paling suci, tapi yang sama-sama mau terus belajar dan saling menguatkan dalam kebaikan.

Kalau kamu ketemu teman yang:

  • Gak nge-judge kamu

  • Mau ngajak kamu ke kajian, bukan ke klub

  • Ngasih nasihat meski dengan cara halus

  • Dengerin curhatmu tanpa ngeledek

...itu harta yang gak ternilai. Peluk erat mereka. Karena di dunia yang makin penuh fitnah, punya satu teman baik itu lebih baik daripada seribu followers.


📱 Circle Online Juga Pengaruh

Di era sekarang, pertemanan gak cuma yang ketemu fisik. Lingkungan digital kamu juga punya efek ke hati dan pikiranmu.

  • Akun siapa yang sering kamu lihat?

  • Grup mana yang paling aktif kamu balas?

  • Konten apa yang kamu konsumsi setiap hari?

Kalau circle online-mu isinya gosip, body goals toxic, atau hal-hal yang menjauhkan dari zikir dan ilmu, maka jangan heran kalau hatimu makin kering.

Sebaliknya, isi timeline-mu dengan:

  • Akun-akun pengingat akhirat

  • Konten kajian ringan

  • Video pendek motivasi hijrah

Ini bukan soal “sok alim” di internet. Ini soal jaga hati — karena apa yang kamu lihat, itu yang kamu pikirkan. Dan apa yang kamu pikirkan, itu yang membentuk siapa kamu.


🌟 Berteman Karena Allah, Sampai Surga

Coba bayangin: kamu punya teman yang gak pernah ninggalinmu dalam susah dan senang. Tapi bukan cuma di dunia — dia juga pengen kamu masuk surga bareng. Ketika kamu down, dia ingetin shalat. Ketika kamu mulai lelah hijrah, dia peluk dan bilang, “Sabar ya, kita berjuang sama-sama.”

Itulah makna ukhuwah fillah.
Dan mereka akan dipanggil oleh Allah dengan panggilan istimewa:

“Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku? Hari ini Aku naungi mereka di naungan-Ku, saat tak ada naungan selain naungan-Ku.”
(HR. Muslim)


📝 Penutup: Evaluasi Circle, Jaga Hati

Hijrah itu bukan sekadar perubahan penampilan. Tapi juga perubahan arah hidup. Dan kamu gak bisa jalan sendirian. Karena itu, pilih circle-mu baik-baik.

Bukan berarti kamu meninggalkan semua teman lama. Tapi kamu harus berani bilang:

“Aku sayang sama kamu, tapi aku lebih sayang sama imanku.”

Hijrah bukan cuma tentang pergi dari sesuatu, tapi menuju sesuatu yang lebih baik — dan kamu butuh teman yang juga menuju arah yang sama.



Post a Comment

0 Comments